Tentang Prakerin
Praktek Kerja Industri ( Prakerin ) adalah salah satu penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan sistematik dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dan penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja secara langsung dengan dunia kerja secara terarah untuk membentuk keahlian dan mental siswa agar pada saat lulus dari SMK siap terjun dalam dunia kerja,Terutama saya,karna sebentar lagi mau prakerin,heheee,,,,
Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) merupakan perwujudan kebiksanaan dari metode “Link and Match” yang dalam prosesnya dilaksanakan pada dua tempat yaitu di sekolah dan di dunia industri. Hal ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu dari tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam mencapai tujuan yang relevan antara dunia pendidikan dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja.
Berdasarkan struktur program kurikulum SMK bahwa setiap siswa yang akan mengakhiri jenjang pendidikan kejuruan harus melaksanakan Praktek Kerja Industri (Prakerin) di industri-industri. Praktek Kerja Industri di laksanakan dengan harapan sebagai siswa yang telah lulus, dapat menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diterima oleh sekolah, sehingga apabila di kemudian hari siswa bekerja di perusahaan dapat mengembangkannya.
Kegiatan penyelenggaraan PSG diharapkan dapat meningkatkan keahlian dan etos kerja siswa yang meliputi : kemampuan bekerja, motivasi kerja, inisiatif, kreativitas, disiplin dan kerajinan dalam bekerja.
Sesuai dengan pengertian Praktek Kerja Industri (Prakerin) itu sendiri, maka pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin) bertujuan untuk ;
Menerapkan ilmu yang diterima di sekolah kemudian dipraktekkan di perusahaan-perusahaan atau lapangan kerja. sebagai studi perbandingan antara yang diterima di sekolah dengan kenyataan di lapangan.
1. Memperluas wawasan siswa terhadap jenis-jenis karya yang ada pada bidang yang bersangkutan / tempat praktek.
2. Mempelajari organisasi perusahaan dari tempat praktek kerja.
3. Mendorong siswa untuk berjiwa wiraswasta.
4. Membekali siswa dengan pengalaman sebenarnya dalam dunia kerja sebagai persiapan guna menghadapi tantangan dalam dunia kerja dan masyarakat.
5. Memantapkan keterampilan siswa yang diperoleh dari pelajaran teori dan praktek.
6. Meningkatkan disiplin dan tanggung jawab siswa.
7. Memperoleh umpan balik dari dunia kerja untuk pemantapan dan pengembangan program pendidikan.
Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) merupakan perwujudan kebiksanaan dari metode “Link and Match” yang dalam prosesnya dilaksanakan pada dua tempat yaitu di sekolah dan di dunia industri. Hal ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu dari tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam mencapai tujuan yang relevan antara dunia pendidikan dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja.
Berdasarkan struktur program kurikulum SMK bahwa setiap siswa yang akan mengakhiri jenjang pendidikan kejuruan harus melaksanakan Praktek Kerja Industri (Prakerin) di industri-industri. Praktek Kerja Industri di laksanakan dengan harapan sebagai siswa yang telah lulus, dapat menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diterima oleh sekolah, sehingga apabila di kemudian hari siswa bekerja di perusahaan dapat mengembangkannya.
Kegiatan penyelenggaraan PSG diharapkan dapat meningkatkan keahlian dan etos kerja siswa yang meliputi : kemampuan bekerja, motivasi kerja, inisiatif, kreativitas, disiplin dan kerajinan dalam bekerja.
Sesuai dengan pengertian Praktek Kerja Industri (Prakerin) itu sendiri, maka pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin) bertujuan untuk ;
Menerapkan ilmu yang diterima di sekolah kemudian dipraktekkan di perusahaan-perusahaan atau lapangan kerja. sebagai studi perbandingan antara yang diterima di sekolah dengan kenyataan di lapangan.
1. Memperluas wawasan siswa terhadap jenis-jenis karya yang ada pada bidang yang bersangkutan / tempat praktek.
2. Mempelajari organisasi perusahaan dari tempat praktek kerja.
3. Mendorong siswa untuk berjiwa wiraswasta.
4. Membekali siswa dengan pengalaman sebenarnya dalam dunia kerja sebagai persiapan guna menghadapi tantangan dalam dunia kerja dan masyarakat.
5. Memantapkan keterampilan siswa yang diperoleh dari pelajaran teori dan praktek.
6. Meningkatkan disiplin dan tanggung jawab siswa.
7. Memperoleh umpan balik dari dunia kerja untuk pemantapan dan pengembangan program pendidikan.

0 comments:
Post a Comment